GET UP NOW


Ibarat tidur, sekarang sudah waktunya bangun. Ibarat makan, sekarang sudah saatnya kenyang. Liburan sepuluh hariku sudah berlalu. Kini saatnya aku, kembali bersapa dosen. Kini saatnya aku, kembali berdiskusi ria. Kini saatnya aku, kembali merangkul anak didikku. Dalam dekap agama, yang hangat dengan pendidikan.
Sepuluh hari kemarin, bukanlah yang terhebat. Cukup berwarna, bersahaja, sederhana, namun tetap dengan rasa bahagia. Beban di pundak terasa ringan, bahkan lenyap. Masalah di fikiran terasa hilang, entah berkelana kemana. Yang jelas, aku tak berniat mencarinya. Rindu di dada pun tak lagi menyiksa. Alhamdulillah, kerabatku ada di pelupuk mata.
Tak terasa satu semester sudah, panggilan “ustadzah” menggema di telinga. Sapaan yang tak hanya kata, namun baiat untuk menjadi suri tauladan. Sapaan yang tak hanya terhormat, namun sarat kewajiban. 1 semester ini mungkin juga penuh kesalahan karena ketidaktahuan. Sebagaimana manusia, tidak dilahirkan dalam keadaan berilmu, tapi ditakdirkan untuk belajar menjadi berilmu. Pun ustadzah, kami tidak lahir untuk menjadi Ar-Razzi atau Avicena. Namun kami lahir untuk berusaha meneladani yang terbaik.

Komentar