ANTARA KATA DAN RASA

RAMADHAN DATANG, RAMADHAN MALANG 
(Kendal, 23 Mei 2019) 
Kala adzan habis dikumandang 
Kulihat orang terlentang 
Dimanja selimut yang membentang 
Katupkan mata hingga mentari menggarang 
Kala adzan habis dikumandang 
Kulihat orang sibuk membaca 
Bukanlah qur’an dan terjemahnya 
Namun, hanyalah status yang nihil pahala 
Kala adzan habis dikumandang 
Kulihat orang lalu lalang 
Katanya, ngabuburit menunggu petang 
Nyatanya hanya alasan untuk legalkan remang-remang 
Kala adzan habis dikumandang 
Kulihat banyak makanan bergelimang 
Tak habis dalam sepetang 
Bahkan sampai dibuang-buang 
Kala adzan habis dikumandang 
Kulihat masjid ramai orang 
Menyapu lantai dengan malang 
Karena mukenanya hanya untuk dipampang 
Kala takbir telah dikumandang 
Semua hingar menata sandang 
Padahal hati masih telanjang 
Puasapun penuh lubang 
Lalu apa yang disebut menang? 
Orang malang ribut untuk senang 
Kemas maksiat jadi terpandang 
Halalkan tradisi yang haram benderang 
Adakah orang dapat esensi ramadhan? 
Atau bagi mereka hanya barang yang harus dikomersiilkan? 
Ramadhan datang! 

Orang menang? Atau malang? 

Komentar