CONTOH UNSUR INTRISIK DAN DRAMA KOMEDI


*      TOKOH                               : Jr. Rohman
                                   Angelika Jolie
                                   Pom Pam
                                   Bu Dita
                                   Bu Ila
*      PENOKOHAN / WATAK : Jr. Rohman            : Protagonis
                                Angelika Jolie         : Tritagonis
                                Pom Pam               : Protagonis
                                 Bu Dita                 : Tritagonis
                                 Bu Ila                    : Antagonis
*      LATAR                               : Tempat    : sekolah
                                             Waktu     : pagi
                                             Suasana  : penasaran
*      ALUR                                 : Mundur
*      AMANAT                           : Jadilah ibu yang sabar
          Jangan putuskan harapan orang yang minta tolong
          Jadilah seseorang yang peduli dengan sesamanya
*      SINOPSIS                           : Di kabupaten Edyan mengenal superhero bernama WC Man. WC Man adalah murid kelas 8 C bertahun – tahun yang lalu. Dia bernama asli Jr(junior) Rohman. Dia mempunyai teman bernama Angelika Jolie, anak indigo yang terus dihantui Pom Pam. Pom Pam sendiri menghantui Angelika bukan tanpa sebab, ia ingin meminta bantuan Jr. Rohman dengan perantara Angelika, bahwa ia butuh bantuanya menjebloskan pembunuhnya ke penjara. Setelah percaya Pom Pam benar – benar ada, Rohmanpun bersedia menolong. Tapi kendalanya, Angelika sedang tidak bisa berbicara dengan hantu, jadi mereka belum mengetahui masalah Pom Pam. Di ujung kebuntuanpun datanglah bu Dita, sang wali kelas yang sangat baik hati. Ternyata bu Dita juga memiliki kelebihan yang wow. Bagaimana ya cerita petualangan menemukan pembunuh Pom Pam? 





WC Man

Di kabupaten Edyan terdapat sebuah legenda tentang WC Man. Di kabupaten Edyan timur, mengenal WC Man sebagai Wesi Man = manusia besi. Di kabupaten Edyan barat mengenal WC Man sebagai Wasiman = pengusaha sukses jual beli besi. Sedangkan di kabupaten Edyan tengah tidak mengenal superhero ini. Padahal, WC Man jauh hubunganya dengan besi.
Begini ceritanya : bertahun – tahun yang lalu di kelas 8 C. Angelika jolie, atau yang akrab di sebut Angelika adalah sosok anak indigo yang dapat melihat mahkluk halus. Saat ini ia sering melihat hantu di kelas, hantu unik dan tak jelas  pertama yang pernah ia temui. Ia ingin meminta bantuan Jr. Rohman, atau yang akrab di sebut Rohman untuk mengusir hantu, sayangnya Rohman bukan orang yang percaya akan hantu.
Bu Dita       : (nulis di papan tulis materi persengauan)
Pom Pam    : (mencekik - cekik leher, menunjuk – nunjuk bu Dita kemudian kearah korden biru,
                      dengan pandangan terus kearah Angelika)
Angelika     : (melihat  Pom Pam dengan pandangan terheran – heran) “ man, gue boleh minta  
                      tolong gak?”
Jr. Rohman : “ menurut L?”
Angelika     : “ lihat deh di sebelah kirinya bu Dita”
Jr. Rohman : “apa sih, mulai sliwer lagi mata L”
Angelika     : “ tolongin gue, usirin hantunya”
Jr. Rohman : “dari pertama sekelas sama L, selalu minta usirin hantulah, kunthilah, apalah, yang
                      jelas aku gak percaya”
Angelika     : “man.., bantuin”
Jr. Rohman : “ngoyok wae, rumangsamu aku gelem ngono?! Rak!!!”
Bu Dita       : “ jadi, (melihat Angelika dan Rohman sedang ngobrol) e, e, e, Angel dan Rohman
                      kok ngomong sendiri?”
Jr. Rohman : “ini lho bu katanya An…(Angelika menginjak kaki Rohman) aw… gak kok bu lagi
                      pinjam penghapus dia hehe”
Bel pulangpun, menjeput bu Dita.
Bu Dita       : “ya udah ibu tinggal kekantor ya? Wassalamualaikum”
Semua        : “waalaikumsalam”
Jr. Rohman : “pokoknya aku tetep gak percaya!”
Angelika     : “oke tak kirim aplikasi lihat hantu”
Jr. Rohman : “canggihnya… padahalkan ini bertahun tahun yang lalu!”
Angelika     : “ya dums, sebentar lagi ada sms isinya kata sandi lihat hantu”
Jr. Rohman : “oo… ada kata sandinya juga toh?”
Angelika     : “iya dums”
Jr. Rohman : “L gak pake kata sandi?”
Angelika     : “gak dums”
Jr. Rohman : “kenapa?”
Angelika     : “khusus orang kayak kamu harus pake kata sandi, gak kayak gue”
Jr. Rohman : “O…”
Angelika     : “nah.. ini ada”
Jr. Rohman : “apa?”
Angelika     : “han to the tu = Pom Pam”
Jr. Rohman : “o namanya Pom Pam?”
Angelika     : “aku belum kenalan sih, tapi kayaknya iya!”
Jr. Rohman : ”tak coba ya?”
Angelika     : “silahkan”
Jr. Rohman : “Han to the tu = Pom Pam (Pom Pam udah stand by di depan Rohman (ngageti))
                      aa.. lho kamu Pom Pam? (Pom Pam mengangguk) Ka, caranya kembali gimana?”
Angelika     : “ngomong “exit” man”
Jr. Rohman : “oke oke, exit (terengah engah) tapi masalah dia apa?”
Angelika     : “itu dia, gue belum connect sama hantu jadi belum tahu masalahnya apa. Cuma,
                      waktu dia muncul tu sering cekik - cekik leher sendiri, tunjuk – tunjuk bu Dita  
                      terus kearah korden biru, pandanganya tu terrrus kearah gue gitu”
Bu Dita       : “ibu tahu anak anak, Pom Pam, meninggal dibunuh dengan cara dicekik oleh
                       seorang ibu di rumah berkorden persis itu”
Semua         : “lho?”
Bu Dita       : “ kalian pasti bingung, memang tidak ada yang menyangka saya punya indra ke-6
                      tapi… rencana kalian apa sekarang?”
Jr. Rohman : “kita mau cari pembunuhnya bu”
Angelika     : “ kalo yang kordenya kayak gitu persis ma aku sering lewat.. yuk ikut!”
            Setelah pulang sekolah, merekapun bergegas menuju rumah korden biru, Pom Pam tak henti – hentinya mengikuti. Sampailah mereka pada rumah yang dimaksud bu Dita
Angelika     : “ini bukan bu?”
Bu Dita       : “iya bener kok!”
Jr. Rohman :  “L kenal penghuninya? (Angelika menggeleng )”
Bu Dita       : “ayo ucapkan salam!”
Jr. Rohman : “assalamualaikum.. 3x”
Bu Ila          : “e.. ayo sIlahkan masuk…”
Bu Dita       : “bu langsung saja, mohon maaf tapi jika kami lancang..(sedikit ragu) ..ii..i bu mau
                       pesen roti yang mereknya Pom Pam?”
Bu Ila          : "jangan sebut dia!”
Bu Dita       : “dia siapa bu?” (bu Dita memancing )
Bu Ila          : “Pom Pam”
Bu Dita       : “ini cuma merek roti saya bu!”
Bu Ila          : “roti? Serius”
Jr. Rohman : “rius kuadrat bu, jadi pesen gak? Enak lho!”
Bu Ila          : “ok! Saya pesan! Roti yang paling enak, satu!”
Jr. Rohman : “isi angket dulu ya bu! Nama?”
Bu Ila          : “Laila”
Jr. Rohman : “jumlah anak?”
Bu Ila          : “kenapa harus Tanya jumlah anak? (menghela nafas) satu”
Jr. Rohman : “nama anak?”
Bu Ila         : “(lama menjawab) Pom Pam! Saya capek, mau istirahat! Anda bertiga silahkan
                      keluar dari rumah saya!”
Bu Dita       : “lho bu?” (sambil berjalan keluar karena didorong bu Ila)
Ini adalah hari minggu. Bu Dita mengajak Rohman dan Angel ke rumahnya untuk berembuk soal kemarin dan selanjutnya.
Bu Dita       : “langsung saja, anak – anak, ada yang mencurigakan?”
Semua         : “ada”
Bu Dita       : “apa?”
Angelika     : “mimik wajah bu Ila berubah kalau mendegar kata Pom Pam, walau hanya merek”
Jr. Rohman : “marah kalau ditanya soal anak”
Angelika     : “gerak geriknya mencurigakan”
Jr. Rohman : “dan yang paling mencurigakan, anaknya satu namanya Pom Pam! Kayaknya bener
                        yang ini”
Bu Dita       : “kalau udah yakin semua ayo kita susun strategi” (ada buku jatuh, Angelika
                       ngambil dan mau dibuka)
Jr. Rohman : “sebaiknya”
Bu Dita       : “jangan! Jangan sentuh ini!” (melihat Angelika ingin mengetahui isi buku itu)
Angelika     : “kalau ibu gak kasih tahu isi buku itu, kita bukan gak mungkin mencurigai ibu!”
Bu Dita       : “baiklah, ini berisi semua mantra dari kakek saya, buku ini sangat diincar oleh
                      banyak orang, tak terkecuali bu Ila, bakan dia sempat merasakan aura buku ini  
                      didalam kehadiran saya”
Angelika     : “terus yang harus kita lakukan? (melihat ke Pom Pam) Pom Pam bisa keluar gak?”
(semua mendekat saling berdiskusi tentang strategi yang dipakai, kemudian Jr. Rohman mengetuk pintu)
Jr. Rohman : “Assalamualaikum”
Bu Ila          : “waalaikumsalam e… Rohman! Ngantar roti ya?”
Jr. Rohman : “iya, harganya dua ratus lima puluh ribu rupiah bu”
Bu Ila          : “o, sebentar ya!(sembari mencari uang disaku - sakunya)
Jr. Rohman : “Pom Pam ada bu?”
Bu Ila         : “(menjatuhkan roti) alohomora (seperti mendorong Rohman tanpa sentuhan,
                     kemudian Rohman jatuh) dari pertama menawarkan roti hingga mangantarkan roti
                     mengapa yang anda tayakan selalu Pom Pam anak saya?”
Jr. Rohman : “(secara mengejutkan seperti mendorong bu Ila dari jarak jauh) kaam mar manddie
Bu Ila         : “aaa.. Sempral sempril semprul..” (seperti mendorong Rohman dari jarak jauh juga)
Bu Dita dan Angelika : “tiga sekawan gang sallimo…..” (bu Dita dibelakang Rohman sebelah
                                       kiri sedangkan Angelika sebelah kanan, berlangsug sekitar satu menit,
                                       tangan Rohman mundur kemudian maju, lalu bu Ila jatuh, bu Dita dan
                                       Angelika segera menghampiri)
Bu Dita        : “saya harap ibu jujur kepada saya, ada apa tentang Pom Pam bu?”
Bu Ila           : “dia saya cekik 3 tahun yang lalu!”
Bu Dita        : “ tapi kenapa bu?”
Bu Ila           : “karna dia selau minta makan, sudah tahu orang tua lagi nggak punya uang, masih
                        aja minta makan, ya saya cekik saja!”
Angelika     : “(diam – diam Angelika merekam yang dikatakan bu Ila) bukti sudah ada, ayo ke
                       kantor polisi”
            Dan akhirnya bu Ila, ibu tiri Pom Pam telah mendekam dipenjara. Pom Pam hidup dengan tenang begitupun Angelika, dia sudah fokus akan pelajaran yang diberikan. Sedangkan berita ini telah menyebar ke satu SMP terutam kelas 8 C, saat ini Rohman dijuluki WC Man = Wolu C roh Man.



MAAF, BERANTAKAN...... HIHI

Komentar