Angelika Jolie
Pom Pam
Bu
Dita
Bu Ila
Angelika
Jolie : Tritagonis
Pom Pam : Protagonis
Bu Dita : Tritagonis
Bu Ila : Antagonis
Waktu : pagi
Suasana : penasaran
Jangan putuskan harapan orang yang minta tolong
Jadilah seseorang yang peduli dengan sesamanya
WC
Man
Di
kabupaten Edyan terdapat sebuah legenda tentang WC Man. Di kabupaten Edyan
timur, mengenal WC Man sebagai Wesi Man = manusia besi. Di kabupaten Edyan
barat mengenal WC Man sebagai Wasiman = pengusaha sukses jual beli besi.
Sedangkan di kabupaten Edyan tengah tidak mengenal superhero ini. Padahal, WC
Man jauh hubunganya dengan besi.
Begini
ceritanya : bertahun – tahun yang lalu di kelas 8 C. Angelika jolie, atau yang
akrab di sebut Angelika adalah sosok anak indigo yang dapat melihat mahkluk
halus. Saat ini ia sering melihat hantu di kelas, hantu unik dan tak jelas pertama yang pernah ia temui. Ia ingin
meminta bantuan Jr. Rohman, atau yang akrab di sebut Rohman untuk mengusir
hantu, sayangnya Rohman bukan orang yang percaya akan hantu.
Bu Dita
: (nulis di papan tulis materi persengauan)
Pom Pam
: (mencekik - cekik leher, menunjuk – nunjuk
bu Dita kemudian kearah korden biru,
dengan pandangan terus kearah Angelika)
Angelika : (melihat
Pom Pam dengan pandangan terheran – heran) “ man, gue boleh minta
tolong gak?”
Jr. Rohman : “ menurut L?”
Angelika : “ lihat deh di sebelah kirinya bu Dita”
Jr. Rohman : “apa sih, mulai sliwer lagi
mata L”
Angelika : “ tolongin gue, usirin hantunya”
Jr. Rohman : “dari pertama sekelas sama
L, selalu minta usirin hantulah, kunthilah, apalah, yang
jelas aku gak percaya”
Angelika : “man.., bantuin”
Jr. Rohman : “ngoyok wae, rumangsamu aku
gelem ngono?! Rak!!!”
Bu Dita
: “ jadi, (melihat Angelika dan Rohman sedang
ngobrol) e, e, e, Angel dan Rohman
kok ngomong sendiri?”
Jr. Rohman : “ini lho bu katanya An…(Angelika
menginjak kaki Rohman) aw… gak kok bu lagi
pinjam penghapus dia
hehe”
Bel pulangpun,
menjeput bu Dita.
Bu Dita
: “ya udah ibu tinggal
kekantor ya? Wassalamualaikum”
Semua
:
“waalaikumsalam”
Jr. Rohman : “pokoknya aku tetep gak
percaya!”
Angelika : “oke tak kirim aplikasi lihat hantu”
Jr. Rohman : “canggihnya… padahalkan ini
bertahun tahun yang lalu!”
Angelika : “ya dums, sebentar lagi ada sms isinya
kata sandi lihat hantu”
Jr. Rohman : “oo… ada kata sandinya juga
toh?”
Angelika : “iya dums”
Jr. Rohman : “L gak pake kata sandi?”
Angelika :
“gak dums”
Jr. Rohman : “kenapa?”
Angelika : “khusus orang kayak kamu harus pake kata
sandi, gak kayak gue”
Jr. Rohman : “O…”
Angelika : “nah.. ini ada”
Jr. Rohman : “apa?”
Angelika : “han to the tu = Pom Pam”
Jr. Rohman : “o namanya Pom Pam?”
Angelika : “aku belum kenalan sih, tapi kayaknya
iya!”
Jr. Rohman : ”tak coba ya?”
Angelika : “silahkan”
Jr. Rohman : “Han to the tu = Pom Pam
(Pom Pam udah stand by di depan Rohman (ngageti))
aa.. lho kamu Pom Pam? (Pom
Pam mengangguk) Ka, caranya kembali gimana?”
Angelika : “ngomong “exit” man”
Jr. Rohman : “oke oke, exit (terengah
engah) tapi masalah dia apa?”
Angelika : “itu dia, gue belum connect sama hantu
jadi belum tahu masalahnya apa. Cuma,
waktu dia muncul tu sering cekik - cekik leher
sendiri, tunjuk – tunjuk bu Dita
terus kearah korden biru,
pandanganya tu terrrus kearah gue gitu”
Bu Dita : “ibu tahu anak anak, Pom Pam, meninggal
dibunuh dengan cara dicekik oleh
seorang ibu di rumah
berkorden persis itu”
Semua :
“lho?”
Bu Dita : “ kalian pasti bingung, memang tidak
ada yang menyangka saya punya indra ke-6
tapi… rencana kalian apa
sekarang?”
Jr. Rohman : “kita mau cari pembunuhnya
bu”
Angelika : “ kalo yang kordenya kayak gitu persis
ma aku sering lewat.. yuk ikut!”
Setelah
pulang sekolah, merekapun bergegas menuju rumah korden biru, Pom Pam tak henti
– hentinya mengikuti. Sampailah mereka pada rumah yang dimaksud bu Dita
Angelika :
“ini bukan bu?”
Bu Dita : “iya bener kok!”
Jr. Rohman : “L kenal penghuninya? (Angelika menggeleng )”
Bu Dita : “ayo ucapkan salam!”
Jr. Rohman : “assalamualaikum.. 3x”
Bu Ila
: “e.. ayo sIlahkan masuk…”
Bu Dita :
“bu langsung saja, mohon maaf tapi jika kami lancang..(sedikit ragu) ..ii..i bu
mau
pesen roti yang mereknya
Pom Pam?”
Bu Ila : "jangan sebut dia!”
Bu Dita :
“dia siapa bu?” (bu Dita memancing )
Bu Ila : “Pom Pam”
Bu Dita :
“ini cuma merek roti saya bu!”
Bu Ila : “roti? Serius”
Jr. Rohman : “rius kuadrat bu, jadi
pesen gak? Enak lho!”
Bu Ila : “ok! Saya pesan! Roti yang paling enak,
satu!”
Jr. Rohman : “isi angket dulu ya bu!
Nama?”
Bu Ila : “Laila”
Jr. Rohman : “jumlah anak?”
Bu Ila : “kenapa harus Tanya jumlah anak?
(menghela nafas) satu”
Jr. Rohman : “nama anak?”
Bu Ila : “(lama menjawab) Pom Pam! Saya capek, mau
istirahat! Anda bertiga silahkan
keluar dari rumah saya!”
Bu Dita
: “lho
bu?” (sambil berjalan keluar karena didorong bu Ila)
Ini adalah hari minggu.
Bu Dita mengajak Rohman dan Angel ke rumahnya untuk berembuk soal kemarin dan
selanjutnya.
Bu Dita : “langsung saja, anak – anak, ada yang
mencurigakan?”
Semua :
“ada”
Bu Dita
: “apa?”
Angelika : “mimik wajah bu Ila berubah kalau
mendegar kata Pom Pam, walau hanya merek”
Jr. Rohman : “marah kalau ditanya soal
anak”
Angelika : “gerak geriknya mencurigakan”
Jr. Rohman : “dan yang paling
mencurigakan, anaknya satu namanya Pom Pam! Kayaknya bener
yang ini”
Bu Dita : “kalau udah yakin semua ayo kita susun
strategi” (ada buku jatuh, Angelika
ngambil dan mau
dibuka)
Jr. Rohman : “sebaiknya”
Bu Dita : “jangan! Jangan sentuh ini!” (melihat
Angelika ingin mengetahui isi buku itu)
Angelika : “kalau ibu gak kasih tahu isi buku itu,
kita bukan gak mungkin mencurigai ibu!”
Bu Dita : “baiklah, ini berisi semua mantra dari
kakek saya, buku ini sangat diincar oleh
banyak orang, tak terkecuali
bu Ila, bakan dia sempat merasakan aura buku ini
didalam kehadiran saya”
Angelika :
“terus yang harus kita lakukan? (melihat ke Pom Pam) Pom Pam bisa keluar gak?”
(semua mendekat saling berdiskusi
tentang strategi yang dipakai, kemudian Jr. Rohman mengetuk pintu)
Jr. Rohman : “Assalamualaikum”
Bu Ila : “waalaikumsalam e… Rohman! Ngantar roti
ya?”
Jr. Rohman : “iya, harganya dua ratus
lima puluh ribu rupiah bu”
Bu Ila : “o, sebentar ya!(sembari mencari uang disaku
- sakunya)
Jr. Rohman : “Pom Pam ada bu?”
Bu Ila :
“(menjatuhkan roti) alohomora (seperti mendorong Rohman tanpa sentuhan,
kemudian Rohman jatuh)
dari pertama menawarkan roti hingga mangantarkan roti
mengapa yang anda tayakan
selalu Pom Pam anak saya?”
Jr. Rohman : “(secara mengejutkan seperti
mendorong bu Ila dari jarak jauh) kaam mar manddie
Bu Ila : “aaa.. Sempral sempril semprul..” (seperti
mendorong Rohman dari jarak jauh juga)
Bu Dita dan Angelika : “tiga sekawan
gang sallimo…..” (bu Dita dibelakang Rohman sebelah
kiri sedangkan
Angelika sebelah kanan, berlangsug sekitar satu menit,
tangan Rohman
mundur kemudian maju, lalu bu Ila jatuh, bu Dita dan
Angelika
segera menghampiri)
Bu Dita : “saya harap ibu jujur kepada saya,
ada apa tentang Pom Pam bu?”
Bu Ila : “dia saya cekik 3 tahun yang
lalu!”
Bu Dita : “ tapi kenapa bu?”
Bu Ila : “karna dia selau minta makan,
sudah tahu orang tua lagi nggak punya uang, masih
aja minta makan, ya
saya cekik saja!”
Angelika : “(diam – diam Angelika merekam yang
dikatakan bu Ila) bukti sudah ada, ayo ke
kantor polisi”
Dan akhirnya bu Ila, ibu tiri Pom
Pam telah mendekam dipenjara. Pom Pam hidup dengan tenang begitupun Angelika,
dia sudah fokus akan pelajaran yang diberikan. Sedangkan berita ini telah
menyebar ke satu SMP terutam kelas 8 C, saat ini Rohman dijuluki WC Man = Wolu
C roh Man.
MAAF, BERANTAKAN...... HIHI
Komentar
Posting Komentar